Medali Emas IBO Anugerah Erlaut,
Mengharumkan Nama Bangsa
Di tengah-tengah berita muram tentang Indonesia sebagai akibat dari peristiwa bom yang meledak di hotel JW Mariot – Ritz Carlton, dunia pendidikan Indonesia memberikan secercah kabar gembira. Siswa SMA Kharisma Bangsa (Tangerang Selatan) bernama Anugerah Erlaut memperoleh prestasi membanggakan dengan mendapat medali emas dalam International Biology Olympiad (IBO) di Tsukuba, Jepang, 12 – 19 Juli 2009. Tercatat, dari 25 tahun keikutsertaan Indonesia di ajang IBO medali emas Anugerah Erlaut merupakan medali emas kedua yag diraih seorang siswa Indonesia.
Bagi siswa berprestasi dari SMA Kharisma Bangsa tersebut perolehan medali ini merupakan yang kedua kalinya setelah tahun lalu dia mendapatkan medali perak pada ajang yang sama. Prestasi Anugrah Erlaut ini semakin memperpanjang daftar prestasi SMA Kharisma Bangsa dalam kancah internasional. Sekolah yang baru berumur 3 tahun ini telah beberapa kali mengharumkan nama bangsa melalui kejuaraan-kejuaraan sains yang diikutinya. IBO merupakan kegiatan Olimpiade Biologi International untuk menguji kemampuan siswa setingkat SMA pada bidang praktik dan teori yang diselengarakan tiap tahun. IBO yang ke 20 ini diselenggarakan di Tsukuba, Jepang. Ajang IBO kali ini diikuti oleh sekitar 55 negara atau sekitar 220 siswa dari seluruh dunia. Para siswa diuji dengan Test Praktek dan Test Teori untuk mengukur kemampuan mereka.
MALAM PEMBERIAN PENGHARGAAN SISWA BERPRESTASI
Sebagai bentuk perhargaan terhadap usaha yang tidak kenal lelah dari siswa-siswa Indonesia yang telah membuahkan prestasi internasional, PASIAD Indonesia mengadakan acara “Malam Pemberian Penghargaan”. Bertempat di Hotel Grand Melia, 6 November 2009, siswa – siswa berprestasi Internasional dari Sekolah Mitra Kerja Pasiad mendapatkan medali penghargaan yang diserahkan oleh Tokoh Nasional seperti Ketua MPR Taufik Kiemas, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, Menteri Koperasi Syarifudin Hasan, Kepala Kerjasama Antar Parlemen Hidayat Nurwahid, dan Dirjen Mandikdasmen Prof Suyanto. Adapun siswa Sekolah Kharisma Bangsa yang mendapatkan penghargaan atas prestasi Internasionalnya adalah Anugerah Erlaut peraih Medali Emas International Biology Olympiad (IBO) yang dilaksankan di Tsukuba, Jepang pada Juli 2009. Selanjutnya adalah Hanindito Andika dan Firdaus peraih Medali Perak International Environment Project Olympiad (INEPO) yang dilaksanakan di Istanbul Turki pada bulan Juni 2009. Acara ini dihadiri pula oleh tokoh-tokoh penting dan pemerhati pendidikan di Indonesia seperti Komisi VI dan X DPR RI, Akademisi dari Jepang, Korea Selatan, Turki, beserta tokoh-tokoh penting yang lain. Dalam acara tersebut diserahkan pula penghargaan bagi pemenang Kompetisi Matematika Pasiad ke 5 untuk tingkat SD dan SMP.
Cultural Show Performance
Kharisma Bangsa School hosted another big event on Tuesday night, 3rd of November with traditional cultural shows from Asian Countries. Indonesian, Turkish and South Korean performances highlighted the night in Kharisma Bangsa School. It was a long night with many performances of traditional dancing and music. One Turkish and one Korean group of professional performers came all the way from Turkiye and South Korea. The MPH salon was full of people from abroad and Indonesia, like professors and academicians who came for ICAPA (International Conference of Asian Philosopical Association) in Universitas Indonesia in between 4-6 November, staff of embassies in Jakarta, various government officials, guests from Yayasan Kharisma Bangsa, from Pasiad and Pasiad schools, students, their parents and teachers of Kharisma Bangsa, and other special guests. Kharisma Bangsa students’ performance of Turkish traditional dance was perhaps the most enjoyable during the night, and it looked not less professional than others as well. Congratulations! Pictures…
Two “DAPUR UMUM”, one in Padang, one in Pariaman. Every day three thousand students and villagers having meal. In padang, the location of our POSCO is in SD Alang Lawas School Complex, where there are six state elementary schools enrolling 1,607 students and around 150 teachers and staff. Headmasters, teachers, staff whoever available are working together with “Tukang Masak” every day to make the meal ready on time for more than 1,750 people everyday, preparing the meat, washing, cutting the cucumbers in slices, packaging the meal, etc. The other POSCO is in Sintuk Toboh Gadang, Pariaman where there is SMK Negeri 1 and a village besides, 450 students and all the villagers have nutritious meal evey noon. Many people from nearby villagers also come and get meal, sharing. Villagers are voluntarily working in the outdoors-kitchen in cooperation with school staff. The aim is to continue this food program as long as possible in accordance with the help from Turkiye mainly via the Turkish Aid Foundation “Kimse Yok Mu” and Pasiad schools, maybe at least until Idul Adha insyaAllah. read more . . .